Postingan

Menampilkan postingan dengan label Personal Thought

Memulai Lebih Awal

Pekerjaan atau aktivitas yang menjadi tanggungan kita, mungkin banyak yang sepakat bahwa semakin berat rasanya jika ditunda. Menunda suatu pekerjaan bisa karena: ada pekerjaan lain yang lebih prioritas, merasa tidak mampu, atau berbagai motif lainnya, juga karena malas. Pertama, Perasaan tidak mampu sebaiknya sih jangan ditunda, tapi tinggalkan saja (hehe). Kecuali jika perasaan tidak mampunya tersebut atas tanggungan kita, mau ngga mau, harus kita lawan dan kita yakini kita bisa. Mungkin istilahnya mendobrak establishment, meminjam ungkapan sahabat saya Margi Sugiarto. Jika saya interpretasikan yakni semacam membongkar suatu tatanan yang sudah mapan, tapi dalam konteks diri sendiri, kita bisa mengalahkan diri sendiri untuk membongkar rasa ketidakmampuan menjadi percaya diri. Mudah-mudahan nyambung. Selanjutnya, malas. Malas itu penyakit dan harus segera diobati, hehe. Buatlah ketertarikan untuk memecah rasa malas dan berbagai alasan yang mengharuskan kita melakukan pekerjaan terse...

Memandangi hidup

Gambar
Obrol mengobrol dengan tukang ojek diperjalanan menuju travel ke bandung. Dia tanya, mau kemana pak? ke bandung, kuliah. Wah hebat ya pak? hehe, biasa aja bang tinggal masuk kelas ntar juga lulus, sama aja seperti sekolah, semua orang juga bisa. Yang ngga mau lanjut kuliah paling problemnya cuma pilihan aja, males atau ngga punya duit. Lah bapak duitnya banyak dong? engga bang, saya kuliah dibayarin. hihi. Lanjut, tukang ojeknya curhat: Bapak beruntung ya, hidup saya mah susah! heuheu, saya jawab aamiin (dalem hati, gue juga biasa hidup susah).

Jangan dipaksa!

Paksa, memaksa, dan dipaksa, konotasinya negatif. Bisa juga sih jadi positif seperti memaksakan diri untuk menjadi pintar, dipaksa menyelesaikan kewajiban, dan dipaksa makan bakso. haha. memaksa berarti mengharuskan seseorang/diri sendiri untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan kita, biasanya disertai ancaman atau akibat yang buruk jika ngga dikerjakan. Jadi konotasinya tetap negatif, karena dikerjakan dengan keterpaksaan. Kata 'paksa' sendiri kadarnya sudah paling tinggi dalam kata imperatif, kira-kira serumpun dengan menyuruh, minta tolong, harapan, dan memberi pengertian. Kita ngga bisa memaksa orang lain untuk berbuat baik kepada kita, kita juga ngga bisa memaksa orang lain untuk bertindak sebagaimana ukuran baik menurut kita, lebih dari itu kita ngga bisa memaksa orang lain untuk meminta maaf kepada kita. Paling mungkin kita hanya bisa menunjukkan/menyampaikan pesan bahwa kita tidak suka

The Power of Kepepet

Gambar
Kita menjadi ‘bisa’ karena kepepet, dan kita pasti akan belajar kalau kepepet menjelang ujian. Apakah belajar atau menyelesaikan suatu pekerjaan itu nunggu kepepet? Bisa ya bisa ngga. Pertama, Saran saya sih jangan nunggu kepepet (deadline) agar kita bisa menikmati proses kerja kita dan menikmati proses belajar kita sehingga kita dapat memahami secara substansial apa yang kita kerjakan. Ketika sudah paham substansi tersebut, jika pekerjaan atau soalnya dibolak-balik dan dimodifikasi maka dengan mudah kita bisa menyelesaikannya. Selanjutnya, Kita bisa menyelesaikan tugas, pekerjaan, dan belajar menjelang kepepet. Yang ini saya tidak sarankan, walaupun saya juga masih sering seperti ini. Biasanya ada aja alasan untuk menunda pekerjaan dengan alasan malas, sedang ngga mood, ngga ngerti, kurang interest, terbentur dengan kesibukan lain, dan segudang problem yang lain.

Suri Tauladan

Gambar
Suri tauladan merupakan sosok yang dapat kita jadikan contoh untuk berperilaku, tentunya perilaku yang baik. Seperti pelajaran di madrasah dahulu, bahwa suri tauladan yang paling baik adalah Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad itu sosok ideal sebagai seorang manusia, bagaimana beliau mengatasi masalah, bagaimana beliau memperlakukan seseorang, bagaimana beliau mengajarkan ketaatan, sampai seluruh aspek kehidupan. Buat saya, mungkin kita, orang-orang terdekatlah yang sesungguhnya menjadi suri tauladan atau sosok yang dapat kita jadikan contoh untuk membentuk karakter. Tidak heran ada istilah jika ingin melihat sifat seseorang, maka lihatlah teman-teman bermainnya, sifatnya tidak jauh berbeda. Lingkungan memang mengkonstruksi secara dominan mindset seseorang untuk berperilaku dan memiliki kecenderungan untuk melakukan sesuatu, selain tiap-tiap orang juga unik dan memiliki independensi sendiri untuk berpikir, makanya kadang ada istilah orang sukses dan ngga sukses dalam satu lingkungan tert...

Kurang piknik..!!!

Gambar
Orang yang bekerja terus menerus, pikirannya cuma kerjaan, pokoknya all-out soal kerjaan, disebut dengan frasa "kurang piknik" oleh teman saya, yulis. Yup, mungkin kita butuh rekreasi dalam berbagai bentuk, termasuk piknik, untuk menyegarkan jasmani & rohani. hehe. Manusia emang bukan robot. Kita butuh kehidupan yang bervariasi, punya keluarga, teman, saudara, bukan cuma bekerja. Robot aja butuh rehat buat nge-charge dan maintenance. Sempet keluar selentingan 'kerja melulu, kayak mau pergi haji aja'. Mungkin maksudnya nyari duitnya gesit amat. haha. Namun adakalanya saat tidak bekerja malah menjadi stres, karena pekerjaan itu menjadi hobi, sehingga menyalurkan hobi berarti juga rekreasi (ehm...). Kurang piknik itu bisa merupakan kondisi atau dikondisikan. Kalau merupakan kondisi biasanya kita menjadi follower dan pada akhirnya kita dapat teralienasi oleh pekerjaan kita sendiri. Terseret dalam siklus kesibukan yang bukan menjadi pilihan itu sungguh menyiksa (hala...

Obrolan dengan pengemudi taksi

Gambar
Di kota besar seperti jakarta, taksi seperti kebutuhan primer bagi para pekerja, mungkin yang berpenghasilan menengah ke atas. Tapi klo untuk berpenghasilan seadanya seperti saya, sewaktu-waktu aja kalau ngga mungkin naik angkutan umum seperti ke bandara, perjalanan dini hari, atau sudah larut malam. Armada taksi jumlahnya juga semakin banyak dari waktu ke waktu. Dosen saya pernah bilang bahwa naik taksi itu justru lebih efisien dibandingkan memiliki mobil pribadi. Misalkan perjalanan dari tanjung priok ke kelapa gading, dengan duduk manis saya cukup membayar 50 ribu rupiah. Jika menggunakan mobil pribadi dengan konsumsi bensin yang lebih kecil sebesar 20 ribu rupiah, ada lagi biaya tersembunyi lebih besar yang melekat seperti biaya perawatan mobil, biaya depresiasi (penyusutan) nilai mobil, dan biaya capek nyupir, hehe. Tiap naik taksi, saya selalu menyempatkan untuk ngobrol dengan pengemudinya. Menghilangkan bosan di jalan sekaligus menggali pengalaman masing-masing pengemudi. Arma...

Naik Travel Jakarta-Bandung

Gambar
Sumber gambar: http://www.travelhendros.com Jakarta-Bandung serasa deket semenjak ada tol cipularang, katanya sih begitu. Kira-kira bisa ditempuh 2-3 jam perjalanan kalau lancar. Kalau macet mungkin bisa 5-7 jam. Perjalanan Jakarta-Bandung menjadi rutinitas mingguan gw dalam 3 bulan terakhir, semenjak kuliah di Bandung. Kuliah itu memang melelahkan sekaligus menyenangkan, hehe. Cuma kali ini pengen curhatnya bukan soal kuliah, tapi pengalaman perjalanan Jakarta-Bandung pake Travel. Travel Jakarta-Bandung banyak banget, ada Cititrans, Baraya, Xtrans, Cipaganti, Daytrans, Bimotrans, dan masih banyak lagi yang gw juga ngga tau namanya. Kalau dari sisi tarif, mungkin yang paling mahal (berurutan): Cititrans, Cipaganti, Daytrans, Bimotrans, Xtrans, dan yang paling murah Baraya. Dari yang disebut barusan, cuma Bimotrans dan Cipaganti yang belum pernah ikut, maklum ngga semua travel bertujuan ke Jakarta utara dan sekitarnya (rumah gw). Rute Kelapa Gading (atau terdekat) - Bandung. ...

Peralihan

Gambar
Hidup kita terus bergulir dan beralih. Dari kecil menjadi dewasa, tumbuh menjadi tua sampai akhirnya mati, itu mungkin bisa disebut peralihan alamiah. Kalo kata om Sutrisno Bachir hidup itu perbuatan, atau biasa kita dengar bahwa setiap perbuatan kita adalah pilihan. Pilihan untuk naik angkot atau taksi, pilihan untuk sekolah atau bekerja, itu mungkin bisa disebut peralihan pilihan, yang memang diputuskan. Kita pasti harus membuat keputusan, bahkan tidak memutuskan itu juga sebuah keputusan (halah), karena masing-masing memiliki implikasinya sendiri. Setiap orang bebas memilih keputusan hidupnya, tapi dia ngga bisa memastikan ekses dari keputusannya itu. Kata dosen saya, hidup itu cuma soal perpindahan kecemasan. Setiap orang tidak pernah berhenti untuk cemas pada setiap peralihannya. Misal, saat kuliah cemas akan kelulusan. Setelah lulus timbul kecemasan baru, yakni soal pekerjaan. Setelah bekerja kecemasannya beralih, kapan nikah. dan seterusnya dan seterusnya. Enaknya ...

Ding dong

Gambar
Bagi yang pernah ngerasain masa kecil tahun 90-an rasanya ngga asing lagi denger kata ding dong. Dulu sih belom ada yang namanya timezone. Ding dong biasanya ada di pasar-pasar, tempat ngetem angkot, prapatan, dimana banyak bocah sekitaran umur Sekolah SD sampe SMA nongkrong disitu. Yang jagain cuma mba-mba yang tampangnya agak jutek tempat money changer koinan Rp.100,-. Kadang-kadang ada juga ding-dong koinan Rp.50,-, cuma gamenya ya agak jelek. Ohya di billiard juga pasti ada dingdongnya, biasanya sepaket . Dahulu kala, punya duit gopek ngacir ke dingdong, seceng juga begitu, apalagi goceng, rasanya merdeka deh bisa main seharian . Duit cuma tigaratus aja dijabanin, sampe bela-belain jalan kaki setengah jam dari depan gang ke jalan besar cuma pengen maenin street fighter II, raiden, samurai showdown, & banyak lagi lupa namanya. Street Fighter II yang paling berjaya dibanding game lain. Klo cuma buat ngejar tamat itu sudah biasa, yang bikin seru kalo udah adu jago anta...

Posting blog melalui handphone

Gambar
Zaman emang canggih, semakin canggih dan ngga ada abisnya. Ini postingan pertama gw dari smartphone. Ternyata nyaman juga. Padahal sebelumnya untuk urusan ketik mengetik, apalagi narasi buat ngeblog begini, pokoknya pc minded atau notebook lah paling engga. Yang ngga pernah mau ikut-ikutan yang beginian -gadgetgadetan gitu-, karena gw anggep masa kita harus keseret budaya populer terus! Pertama mulai ngelirik, ganti handphone alesannya pengen yang stabil, lama-lama ngoprek. Hahaha Sebenernya yang sangat disayangkan itu bagi kolektor gadget baru dengan motif (alasan) gaya atau style. Iya sayang banget kenapa ngebuang barang bekasnya ngga lewat gw 😁. Atau klo mau beli baru juga bisa lewat gw, lumayan 2-3 bulan sekali dapet cipratan untungnya. Sebelum gw pegang enih hp cina yang katanya destroyer buat merek-merek yang mapan [xomay] -semacam oneplus atau lumid juga, sempet pengen punya iPhone, tapi harganya itu ngga nahan [ampun pakde] & speknya kurang bikin bangun.... apany...

Waktu

Gambar
Waktu itu lama sekali saat kita merasakan penderitaan, sebaliknya terasa sebentar saat lagi asik-asiknya. Tapi dalam penderitaan itu biasanya ada kenangan, kenangan yang ngga bisa di lupain. Seringkali dalam penderitaan tersebut tersimpan kebanggaan yang bisa diceritakan pada teman-teman, bahkan sampai anak cucu. Penderitaan itu sesungguhnya menarik, bagaimana kita melewati lika-likunya dan menyelesaikan masalahnya. Penderitaan itu pasti akan terlewat digantikan penderitaan yang baru (eh), bisa juga kesenangan. Yang pasti adalah bagaimana kita melewatinya, lari dari masalah atau membuat solusi. Umur biologis manusia katanya bisa sampai 120 tahun, tapi zaman sekarang mungkin rata-rata manusia bisa hidup pada kisaran 60-75 tahun. Ingatan kita semakin lama semakin mengikis pada peristiwa yang paling jadul dan ngga terasa kita sudah menghabiskan umur kita sampai sejauh ini. Belum lama lulus sekolah, eh ternyata sudah 12 tahun lalu. Belum lama selesai kuliah, eh ternyata sudah 7 tahu...

Ikhlas dalam bekerja

Gambar
Bekerja itu untuk mencari uang, benar. Bekerja juga untuk pengabdian atau ibadah, bisa benar bisa juga tidak. Bekerja bisa juga sebagai hobi, berbagai hal yang kita sukai, kita nikmati dan kita tekuni. Ada juga yang bekerja karena tidak ada pilihan lain, dalam keterpaksaan hanya sebagai tuntutan hidup. Saya selalu menikmati setiap pekerjaan berbeda yang ada di hadapan saya, tapi belum tentu juga bagi orang lain. Saya juga pernah mengalami bekerja dalam keterpaksaan, seperti robot. Yang saya tahu bahwa kita harus memberikan usaha yang maksimal pada setiap pekerjaan kita. Kengerian saya pada pekerjaan di belakang meja sepanjang hari sebagai seorang akuntan atau staf keungan membuat saya enggan memilih pekerjaan yang notabene adalah background pendidikan saya, maka saya mengawali bekerja di LSM, berlanjut sebagai sales, berlanjut sebagai dosen, dan penasaran juga ngerasain kerja di belakang meja, ya jadi staf keuangan, dan sekarang jadi PNS. Hehe, ujung-ujungnya PNS. Pindah-pindah kerj...

Alhamdulliah, Akhirnya Saya Nikah :)

Gambar
Setahun lebih gw pacaran sama dewi , akhirnya berani juga gw ngelamar doi buat dijadikan pendamping seumur hidup. Persiapan yang menurut gw lumayan panjang namun menyenangkan membuat cerita tersendiri dalam kehidupan kami, karena kami terlibat dalam banyak hal selama persiapan. mulai dari nyari catering, souvenir, undangan, sampai bikin website undangan ( http://www.dewiwanto.com ) yang digarap sama mas eko . berikut kisah gw yang dikutip dari web tersebut: Berawal dari diklat prajabatan di Asrama Haji Pondok Gede -semacam pelatihan yang jadi syarat agar seseorang bisa jadi PNS- disitulah kami bertemu. Kami sama-sama masih Calon PNS di Kementerian yang sama, wanto ngantor di Cipete dan dewi ngantor di Tanjung Priuk (wuihh.. jauh juga ya). Awal mulanya biasa aja, beda kelas dan engga saling kenal, sampai kemudian dikenalkan oleh sahabat “ziaulhaq” tanpa maksud untuk menjodohkan satu sama lain. Lucunya waktu itu kami saling cuek dan engga ada perasaan sama sekali. Beberapa kali...

Pengangguran Sementara

Gambar
Dalam skala terkecil, paling tidak setiap orang melakukan perencanaan dan memiliki rencana, mungkin kalau dicontohkan bisa dalam bentuk 'niat', dan hal tersebut dilakukan berulang-ulang bahkan rutin. Bukan tanpa sadar kita melakukan rutinitas makan, pastinya diawali dengan niat. Menurut beberapa teman, hidup kita harus terencana, mulai dari targetan 1 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, sampi karir jangka panjang. Itulah yang menjadikan motivasi dalam hidup agar tetap struggle sampai -paling tidak mendekati- tercapainya targetan tersebut. Dalam praktinya memang, saya tidak pernah benar-benar matang dalam konteks tersebut (hehe..3x). Mulai dari seseorang yang ingin konsen dengan studi, beranjak menjadi aktivis nanggung, pengusaha nanggung, sampai menjalani karir sebagai karyawan yang nanggung juga. Dinamika persepsi yang tak kunjung final tersebut menjadi tidak seattle dan jauh dari kemapanan ekonomi layaknya seseorang yang berkarir step by step . Setidaknya saya harus bersyukur b...

Begitu Cepat

1 April 2010, awal dari sebuah pilihan yang, mau tidak mau harus diputuskan. Seiring berjalannya waktu, banyak orientasi yang membuat kita bingung harus memutuskan, jalan mana yang harus diambil. Kadang pilihan satu dengan yang lain ingin kita ambil, atau ada yang lain, juga ingin diambil. Mungkin saya nurut saja kata pepatah, jika ingin semua maka tidak akan dapat apa-apa (ups.. pepatah dari mana ya?). Yakin saja tidak ada kata terlambat, maka idealisme harus dikerucutkan dan juga dibenturkan dengan pragmatisme. Ajar mengajar ditinggalkan, blogging mulai surut, dan hobi-hobi yang lain menjadi second priority. Clangak clinguk di hari pertama melihat lalu lalang orang yang sibuk, ada yang fokus di depan komputer, ada yang sibuk menghitung, berdiskusi satu sama lain, berdiri mencari file di ordner, saya duduk memegang SOP (Standar Operasional Perusahaan) dengan mata sedikit redup dan bersiap untuk membaca lembar demi lembar sambil berpikir; alangkah sibuknya saya nanti, no ...

Catatan Kecil...!

Gambar
Apa yang bisa dilakukan, lakukanlah. Apa yang bisa ditulis, tulislah. Apa yang bisa dicapai, capailah. Genggam selayaknya pijakan kita, bukan berarti asal dan sporadis. Karena lain ruang dan waktu, lain juga tuntutan yang melekat. Memang, seakan tidak ada habisnya, seperti iklan (saya lupa namanya), seorang ibu bertanya pada anak dan kekasihnya, "kapan kalian nikah", selanjutnya setelah nikah ibu itu kembali bertanya "kapan punya anak" dan setelah memiliki seorang anak, pasangan tersebut kembali ditanya "kapan punya adik. Iklan tersebut merefleksikan bahwa hidup itu tidak ada cukupnya. Selalu ada pertanyaan pada setiap fase dan pertanyaannya-pun nggak pernah habis. Saya sepakat bahwa itulah fitrah-nya hidup, selalu ada pertanyaan dan tuntutan selama kita dinyatakan sebagai manusia dan masih hidup. Pada usia sekarang, mungkin jauh dari yang diharapkan seperti kebanyakan orang pada umumnya. hehe..3x, mungkin itu risikonya menjadi orang yang ti...

Mana Pembuktiannya?

Wacana yang hampir tidak pernah dilontarkan apakah perlu dibuktikan? saya rasa hal tersebut tidak perlu. Ternyata dalam banyak hal, justru menjadi clear enough dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Yup, setiap yang lazim dilalui setiap orang, kemapanan dan pekerjaan, kekasih dan pernikahan, pendidikan, serta mungkin dapat bertambah lagi persoalannya. Setiap levelitas kehidupan pasti menunjukkan masalahnya masing-masing. Seperti hukum kepuasan (dalam ekonomi) saja, saat mencapai titik kulminasinya maka akan kembali datar dan semakin berkurang kepuasan kita. Mapan melihat kaya dan berdiri diatas si miskin, kaya melihat konglomerat, begitu seterusnya jalur vertikal yang tak kunjung henti. Masing-masing memiliki keinginan yang tak pernah terpuaskan, juga sama-sama diliputi kebimbangan pada hal-hal yang lazim seperti disebutkan diatas. Menjadi seseorang yang lazim seperti kebanyakan orang mungkin syarat dimana kebimbangan kita sidah terjawab. Misal dalam umur 22 tahun seharus...

Coba aja kalau berani...!

Kata coba berarti menjajal, berawal dari yang katanya iseng namun sesungguhnya adalah upaya pemenuhan rasa penasaran. Sama dengan mencicipi produk demo version, trial version, test drive dan berbagai macam pembungkus bahasanya. Hal yang dalam mindset kita baru, berhak untuk dicoba bukan untuk langsung diputuskan, jadi percobaan merupakan salah satu hal serius. Misal saya mencoba software trial version, ketika puas kemungkinan besar ada rasa ingin memiliki secara permanen baik dengan cara beli license atau crack serial number. Dalam kasus kecanduan narkoba, manipulasi dan berbohong banyak yang berawal dari yang namanya 'mencoba', "katanya enak tapi kok dilarang, yaudah pengen tau aja sih", ups, berkelanjutan dan siap-siap menjadi korban. Pernah suatu ketika saat sekolah saya coba ikut membolos sekolah 1 hari, ternyata enak juga ya. Ehm, tambah 1 hari lagi deh, kan absen 1 atau 2 sama saja dan tidak jauh beda. Coba mengambil kemungkinan lagi, gimana kalau...

Berusaha Menjadi Tidak Biasa

Ada cerita seorang direktur sebuah perusahaan besar sedang berangkat kerja membawa mercedes benz E-Class melewai jalan raya kwitang, ditengah jalan setengah macet tiba-tiba terdengar suara benturan keras yang menabrak mobilnya. Dengan sangat ketakutan keluarlah pengemudi bajaj yang menabrak mobil tersebut berusaha meminta maaf, namun dengan nada rendah seorang direktur hanya menanyakan "Bapak baik-baik saja?" ... "baiklah, jika tidak ada yang luka dan cedera saya melanjutkan perjalanan dan saya harap Bapak bisa lebih berhati-hati lain waktu". Bisakah kita bersikap seperti itu tanpa harus merasa rugi? Mungkin saya sendiri masih ragu apakah bisa. Berpikir positif, rendah hati dan bijaksana tidak serta merta dapat dilakukan seperti membalikkan telapak tangan, karena terdapat dorongan yang lebih kuat yakni spontanitas yang merupakan pancaran dari tabiat. Atau hal pengandaian konyol yang pernah diungkapkan seorang AA Gym saat pembeli menjual dengan harga R...