Postingan

Maju Lagi Menapaki Kepastian

Upaya stabil terhadap komitmen pribadi walaupun berat namun tetap harus diputuskan juga. Tidak mungkin juga melawan arus dengan acuh terhadap image yang seharusnya orang kebanyakan diikuti, mulai dari pola tidur dan berkativitas alhamdulillah, insomnia ini akhirnya perlahan rekatannya lepas. Hidup nomaden layaknya bang toyib juga digantikan dengan tempat tinggal yan jelas jika nggak pulang. Ok, mulai berproses menuju yang namanya seattle -maksudnya stabil kali ya-. Jadi persyaratan seattle sebenarnya hanya kontinuitas saja, kalau mau seattle-nya kaya ya kaya terus dan seattle-nya miskin ya miskin terus. Sayang, ketidakstabilan yang kontinyu tidak dikategorikan sebagai seattle. Moga menjadi awal yang baik untuk hari pertamaku di kostan. Ide yang menggumpal di kepala mudah-mudahan tidak membeku dan membesar. Sederhana dan mudah kelihatannya, namun keraguan atas apa yang terjadi kemudian di lapangan tidak bisa membuat saya mundur, karena pilihannya hanya satu, "produkti...

Beberapa Hari yang Melelahkan

Lelah kali ini tidak berkonotasi keluhan, lebih dari itu, termasuk rasa syukur karena beberapa hari terakhir berinteraksi dengan banyak orang dan beberapa teman lama yang akhirnya memberikan pencerahan. Seolah tidak pernah lekang pencarian atas kemantapan konsistensi hidup, berlanjut dari pertanyaan terhadap diri sendiri; mau kemana? pilihan apa? buat apa? Huh, campuran solusi bukan campuran kebaikan. Kalau campurannya salah,lantas jadi bubur dong. Soal hidup mungkin lebih kepada perasaan yang membawa, jadi tidak soal miskin atau kaya, berpendidikan atau tidak bahkan cacat ataupun tidak. Apa jadinya kita diselimuti kegundahan masih bisa merasa kasihan dengan pengemis di pinggir jalan yang sangat nyaman dengan aktivitasnya. Masih dalam keputusan hidup yang -katanya- begitu pelik. Modul-modul sudah disediakan dari mulai sesuatu yang baik sampai solusi atas kesemrawutan. Modul rohani, dalam bentuk ritual dan penyegaran pikiran; misal terapi & training berikut modul jas...

Nyicipin Lagi -sedikit- Dunia Mengajar

Belajar, belajar dan belajar. Tidak ada habisnya manusia senantiasa wajib belajar, tanpa dibatasi limit waktu dan tempat, apalagi jika belajar -sesuatu hal- merupakan bagian dari kesenangan kita. Disamping banyak sekali media belajar, salah satu yang begitu saya nikmati adalah mengajar baik berupa pengayaan materi pelajaran, fasilitator dan sebagainya. Mengajar menjadi cita-cita yang tak pernah tergantikan buat saya namun tidak untuk pekerjaan utama, karena mindset yang terbangun di otak saya bahwa pekerjaan aplikatif dapat kita bagi-diskusikan dalam dunia belajar mengajar. Dengan tidak melupakan esensi pengajaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, pengajar murni hanya cocok untuk membahas yang bersifat teoritik saja ataupun hitung-hitungan. Hari ini saya dipercaya oleh sahabat-sahabat PMII KOMFEIS untuk memfasilitasi salah satu materi bimtest ujian masuk UIN Jakarta, yakni IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Tugas tersebut sangat mendadak tanpa ada konfirmasi b...

Keuntungan tak layak setiap pekerjaan

Gambar
Kita sering diperlakukan dengan tidak semestinya namun hal tersebut dianggap normatif "ah itu sih sudah biasa", dan biasanya dibentuk oleh kebutuhan dan situasi yang mendukung. Ada istilah rahasia umum, asal bapak senang, demi kelancaran atau apapun yang mungkin bisa berkembang. Saat saya melanggar peraturan lalu lintas sampai hampir mendapatkan surat tilang & akhirnya digagalkan hanya dengan membayar dua puluh lima ribu rupiah, atau saat mengurus perpanjangan STNK (surat tanda nomor kendaraan), hanya dengan uang saya bisa mempercepat daftar antrian. Hal tersebut merupakan contoh keuntungan tak layak yang melekat pada pekerjaan tersebut. Bagi saya itu hanya contoh yang menyentuh wilayah publik secara umum, padahal pekerjaan apapun memiliki peluang yang sama untuk mengambil keuntungan tak layak tersebut. Seperti seorang dosen dengan kurangnya kapasitas keilmuan mensiasati dengan cara memberikan tugas makalah & presentasi dari awal masuk kuliah sampai a...

Ditunggu..! Pertanggungjawaban Akademik UIN

Insiden Penolakan Kebijakan Biaya Pendidikan Terpilihnya Komarudin Hidayat menggantikan Azyumardi Azra tidak memberikan perubahan yang lebih baik terhadap sistem pendidikan di kampus islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, namun melanjutkan catatan kelam atas kekerasan yang terjadi di kampus ini. Oknum satpam menganiaya beberapa mahasiswa yang sedang berdemo dengan cara pemukulan terhadap mahasiswa tersebut, bahkan mahasiswa yang tidak ikut serta dalam demonstrasi turut menjadi korban. Dimana rasa keadilan itu muncul atas dicabutnya kompensasi biaya SPP dengan dikeluarkannya SK Rektor NO. 024 Tahun 2005-2006 untuk kalangan semester atas yang sudah tidak aktif kuliah. Gejala tidak wajar diindikasikan dari tahun keluarnya SK Rektor tersebut yakni 2005 dengan tahun efektif berlakunya yakni 2009. Sungguh memalukan dan mengecewakan atas insiden yang terjadi di UIN Jakarta. Kampus Islam mengapa berprilaku seperti itu? Terjadi pengeroyokan oleh oknum...

Entah Berantah

Sumber masalah dan sumber penyelesaian banyak tergantung dari faktor ekspresi, terutama ucapan lewat lisan ataupun yang tertuang dengan tulisan. Komunikasi tersebut paling tidak diukur berdasarkan norma yang dibentuk masing-masing segmentasinya, bisa atas wilayah, standar akademis ataupun yang lain. Di pesisir misalnya, tidak heran jika berkata keras dan kasar yang menjadi suatu norma yang bisa terima dimana jika hal tersebut diterapkan di wilayah dingin seperti pegunungan yang notabene masyarakatnya bertutur pelan dan halus. Ada banyak komparasi yang bisa kita buat bahkan sampai menembus aturan legal formal yang sudah ada, seperti pemakaian koteka oleh suku-suku di papua apabila dikaji dalam konteks perundangan melanggar UU anti pornografi dan pornoaksi. Preposisi tersebut terbentuk secara mekanis dan biasanya sudah sangat lama sehingga perbedaan antar norma kemudian menjadi suatu kekayaan tersendiri dalam kehidupan kita. Mungkin begitulah parameter suatu kebenaran dan k...

Add-ons Mozilla Firefox

Gambar
Add-ons adalah tools yang melekat pada aplikasi atau software tertentu, dalam hal ini adalah Mozilla Firefox. Sampai saat ini menurut saya browser yang paling dapat diandalkan serta common user friendly adalah Firefox, oleh karena itu support add-on yang diberikan juga terbilang paling lengkap. Bantuan add-ons apa saja yang ingin kita cari kemungkinan besar tersedia di firefox. Berikut langkah-langkah untuk menambahkan add-ons di firefox kita: 1. Langsung ketikkan url add-ons Mozilla firefox, cari berdasarkan klasifikasi ataupun kebutuhan, setelah sesuai dengan keinginan silahkan install. urlnya silahkan klik disini. 2. Pada menu bar di Firefox terdapat menu tools: - add-ons - di dalam Get Add-ons terdapat box kosong untuk mencari add-ons yang kita butuhkan. Ketikkan sesuatu yang diinginkan, maka akan muncul beberapa pilihan add-ons yang siap kita instalasi. - Pilih salah satu atau lebih dan klik install. Setelah selesai instalasi biasanya diminta restart firefox...

Adsense PIN

Gambar
Akhirnya Tiba Juga Awalnya sih iseng-iseng aja saat daftar google adsense. Beberapa bulan lalu teman saya - eko hadi saputro - daftar adsense yang membuat saya pengen juga ikutan. Awalnya beberapa kali pendaftaran saya tidak di-approve, dengan sedikit rasa sabar saya coba lagi, saya pikir hasilnya sama karena dalam beberapa minggu tak jua dapat jawaban dari mbah google tapi akhirnya di-approve. Hal tersebut kemudian memacu untuk membuat beberapa blog dengan masing-masing segmentasinya yang saya garap lumayan serius walaupun keseriusan tersebut memang tidak berjalan lama disebabkan fasilitas ngenet yang akhir-akhir ini mulai terbatas. Sekitar 2 (dua) minggu lalu dapat kiriman email notification dari mbah google yang singkatnya saya dapat PIN Adsense dan segera dikirimkan ke alamat saya. Tidak terlalu berharap akan sampai. Ups, hari minggu kemarin akhirnya tiba juga via pos kiriman PIN Adsense saya. Mudah-mudahan dapat menjadi salah satu faktor yang dapat menstimulasi s...

Rasionalitas

Gambar
Tidak ada sesuatu yang dilakukan tanpa pengharapan, lebih ekstrem jika dikatakan bahwa tanpa alasan imbalan tidak akan dilakukan sesuatu hal (tidak ada yang gratis). Sebenarnya saya coba mengingat kembali apa yang terdefinisi dari kajian rasionalitas yang di lontarkan oleh Max Weber pada mata kuliah sosiologi ekonomi beberapa tahun silam, khususnya dalam buku "The Protestan Ethic and The Spirit of Capitalizm". Bahkan ketika kita berdo'a terkandung pengharapan di dalamnya, beramal dan kegiatan sosial lain. Kecendurangan untuk mempertegas rasionalitas dapat dilihat dari industrialisasi dan kapitalisme global yang secara nyata terlihat dalam pola hidup di perkotaan, walaupun di dalam tradisi kita sudah mengakar misal; pola penyertaan undangan pernikahan yang kemudian dicatat oleh tuan rumah dan wajib hukumnya mengembalikan dalam nominal dan bentuk minimal sama nilainya jika suatu saat tamu tersebut menjadi tuan rumah. Solidaritas mekanis yang berangsung menja...