Postingan

Peralihan

Gambar
Hidup kita terus bergulir dan beralih. Dari kecil menjadi dewasa, tumbuh menjadi tua sampai akhirnya mati, itu mungkin bisa disebut peralihan alamiah. Kalo kata om Sutrisno Bachir hidup itu perbuatan, atau biasa kita dengar bahwa setiap perbuatan kita adalah pilihan. Pilihan untuk naik angkot atau taksi, pilihan untuk sekolah atau bekerja, itu mungkin bisa disebut peralihan pilihan, yang memang diputuskan. Kita pasti harus membuat keputusan, bahkan tidak memutuskan itu juga sebuah keputusan (halah), karena masing-masing memiliki implikasinya sendiri. Setiap orang bebas memilih keputusan hidupnya, tapi dia ngga bisa memastikan ekses dari keputusannya itu. Kata dosen saya, hidup itu cuma soal perpindahan kecemasan. Setiap orang tidak pernah berhenti untuk cemas pada setiap peralihannya. Misal, saat kuliah cemas akan kelulusan. Setelah lulus timbul kecemasan baru, yakni soal pekerjaan. Setelah bekerja kecemasannya beralih, kapan nikah. dan seterusnya dan seterusnya. Enaknya ...

Nyerobot

Gambar
Paling ngga enak kalau udah sabar ngantri panjang trus ada yang nyerobot. Cuma kadang ada kepuasan tersendiri justru saat kita yang berhasil nyerobot. Nah loh... dah jadi budaya dong! Hehe. Nyerobot itu versi jeleknya dari kata 'nyalip' atau 'mendahului'. Nyalip atau mendahului itu biasanya diperbolehkan dan disediakan jalur tersendiri, jadi ngga saling merugikan, misal di jalan tol kalau mau nyalip silahkan ambil jalur kanan, atau seperti: maaf ya saya mendahului lulus kuliah duluan. Bebek aja bisa ngantri, masa manusia ngga bisa? Justru kalau manusia ngantri nanti seperti bebek. Eh maaf, maksudnya masa manusia kalah sama bebek. Ngantri itu budaya, nyerobot juga budaya. Budaya dibentuk oleh sistem sosial, kalau sistem sosialnya udah makin jelek mungkin bisa diberesin pake sistem formal yang mengikat. Misal untuk menghapus praktek penyerobotan antrian secara liar, digunakanlah sistem pengambilan nomer urut seperti di bank atau tempat bayar listrik. Pengambilan n...

Ding dong

Gambar
Bagi yang pernah ngerasain masa kecil tahun 90-an rasanya ngga asing lagi denger kata ding dong. Dulu sih belom ada yang namanya timezone. Ding dong biasanya ada di pasar-pasar, tempat ngetem angkot, prapatan, dimana banyak bocah sekitaran umur Sekolah SD sampe SMA nongkrong disitu. Yang jagain cuma mba-mba yang tampangnya agak jutek tempat money changer koinan Rp.100,-. Kadang-kadang ada juga ding-dong koinan Rp.50,-, cuma gamenya ya agak jelek. Ohya di billiard juga pasti ada dingdongnya, biasanya sepaket . Dahulu kala, punya duit gopek ngacir ke dingdong, seceng juga begitu, apalagi goceng, rasanya merdeka deh bisa main seharian . Duit cuma tigaratus aja dijabanin, sampe bela-belain jalan kaki setengah jam dari depan gang ke jalan besar cuma pengen maenin street fighter II, raiden, samurai showdown, & banyak lagi lupa namanya. Street Fighter II yang paling berjaya dibanding game lain. Klo cuma buat ngejar tamat itu sudah biasa, yang bikin seru kalo udah adu jago anta...

Posting blog melalui handphone

Gambar
Zaman emang canggih, semakin canggih dan ngga ada abisnya. Ini postingan pertama gw dari smartphone. Ternyata nyaman juga. Padahal sebelumnya untuk urusan ketik mengetik, apalagi narasi buat ngeblog begini, pokoknya pc minded atau notebook lah paling engga. Yang ngga pernah mau ikut-ikutan yang beginian -gadgetgadetan gitu-, karena gw anggep masa kita harus keseret budaya populer terus! Pertama mulai ngelirik, ganti handphone alesannya pengen yang stabil, lama-lama ngoprek. Hahaha Sebenernya yang sangat disayangkan itu bagi kolektor gadget baru dengan motif (alasan) gaya atau style. Iya sayang banget kenapa ngebuang barang bekasnya ngga lewat gw 😁. Atau klo mau beli baru juga bisa lewat gw, lumayan 2-3 bulan sekali dapet cipratan untungnya. Sebelum gw pegang enih hp cina yang katanya destroyer buat merek-merek yang mapan [xomay] -semacam oneplus atau lumid juga, sempet pengen punya iPhone, tapi harganya itu ngga nahan [ampun pakde] & speknya kurang bikin bangun.... apany...

Waktu

Gambar
Waktu itu lama sekali saat kita merasakan penderitaan, sebaliknya terasa sebentar saat lagi asik-asiknya. Tapi dalam penderitaan itu biasanya ada kenangan, kenangan yang ngga bisa di lupain. Seringkali dalam penderitaan tersebut tersimpan kebanggaan yang bisa diceritakan pada teman-teman, bahkan sampai anak cucu. Penderitaan itu sesungguhnya menarik, bagaimana kita melewati lika-likunya dan menyelesaikan masalahnya. Penderitaan itu pasti akan terlewat digantikan penderitaan yang baru (eh), bisa juga kesenangan. Yang pasti adalah bagaimana kita melewatinya, lari dari masalah atau membuat solusi. Umur biologis manusia katanya bisa sampai 120 tahun, tapi zaman sekarang mungkin rata-rata manusia bisa hidup pada kisaran 60-75 tahun. Ingatan kita semakin lama semakin mengikis pada peristiwa yang paling jadul dan ngga terasa kita sudah menghabiskan umur kita sampai sejauh ini. Belum lama lulus sekolah, eh ternyata sudah 12 tahun lalu. Belum lama selesai kuliah, eh ternyata sudah 7 tahu...

Ikhlas dalam bekerja

Gambar
Bekerja itu untuk mencari uang, benar. Bekerja juga untuk pengabdian atau ibadah, bisa benar bisa juga tidak. Bekerja bisa juga sebagai hobi, berbagai hal yang kita sukai, kita nikmati dan kita tekuni. Ada juga yang bekerja karena tidak ada pilihan lain, dalam keterpaksaan hanya sebagai tuntutan hidup. Saya selalu menikmati setiap pekerjaan berbeda yang ada di hadapan saya, tapi belum tentu juga bagi orang lain. Saya juga pernah mengalami bekerja dalam keterpaksaan, seperti robot. Yang saya tahu bahwa kita harus memberikan usaha yang maksimal pada setiap pekerjaan kita. Kengerian saya pada pekerjaan di belakang meja sepanjang hari sebagai seorang akuntan atau staf keungan membuat saya enggan memilih pekerjaan yang notabene adalah background pendidikan saya, maka saya mengawali bekerja di LSM, berlanjut sebagai sales, berlanjut sebagai dosen, dan penasaran juga ngerasain kerja di belakang meja, ya jadi staf keuangan, dan sekarang jadi PNS. Hehe, ujung-ujungnya PNS. Pindah-pindah kerj...

Pengawasan Intern Pemerintah

Gambar
Loha, eh halo temans sekalians. Kali ini kita bincang s(ed)ikit soal pemerentahan nih. Audit intern pemerintah cenderung menggunakan istilah pengawasan, maka bahasanya bukan audit, tapi sesuai judul diatas yakni ‘pengawasan’ yang bahasa inggrisnya itu supervision dengan pelaku disebut sebagai supervisor (bisa juga controlling/controller ). Berarti pengawas intern pemerintah seharusnya bukan disebut auditor, dan yang pantas disebut auditor adalah para auditor eksternal –dalam hal ini auditor BPK-, karena mereka tidak mengawasi, tapi memeriksa dengan pelaku disebut pemeriksa (auditor). Itu sekelumit intermezo aja soal penggunaan kata yang pas. Ngga usah diambil hati. Hehe Oke, kita bahas mengenai pengawasan intern pemerintah atau audit intern pemerintah, tanpa harus memperdebatkan perbedaan kata pengawasan dan audit seperti diatas. Internal audit merupakan aktivitas pengungkapan dan penilaian yang dilaksanakan di dalam entitas untuk menguji dan mengevaluasi sistem pengendalian...

Alhamdulliah, Akhirnya Saya Nikah :)

Gambar
Setahun lebih gw pacaran sama dewi , akhirnya berani juga gw ngelamar doi buat dijadikan pendamping seumur hidup. Persiapan yang menurut gw lumayan panjang namun menyenangkan membuat cerita tersendiri dalam kehidupan kami, karena kami terlibat dalam banyak hal selama persiapan. mulai dari nyari catering, souvenir, undangan, sampai bikin website undangan ( http://www.dewiwanto.com ) yang digarap sama mas eko . berikut kisah gw yang dikutip dari web tersebut: Berawal dari diklat prajabatan di Asrama Haji Pondok Gede -semacam pelatihan yang jadi syarat agar seseorang bisa jadi PNS- disitulah kami bertemu. Kami sama-sama masih Calon PNS di Kementerian yang sama, wanto ngantor di Cipete dan dewi ngantor di Tanjung Priuk (wuihh.. jauh juga ya). Awal mulanya biasa aja, beda kelas dan engga saling kenal, sampai kemudian dikenalkan oleh sahabat “ziaulhaq” tanpa maksud untuk menjodohkan satu sama lain. Lucunya waktu itu kami saling cuek dan engga ada perasaan sama sekali. Beberapa kali...

Manajemen Organisasi

Gambar
Iseng-iseng, siapa tau aja bermanfaat, hehe... mari gan Organisasi Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. “Dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran”...